Kata kloning,
dari kata Inggris clone, pertama kali diusulkan oleh Herbert Webber pada tahun
1903 untuk mengistilahkan sekelompok makhluk hidup yang dilahirkan tanpa proses
seksual dari satu induk. Secara alami kloning hanya terjadi pada tanaman :
menanam pohon dengan stek. Kloning pada tanaman dalam
arti melalui kultur sel mula-mula dilakukan pada tanaman wortel. Dalam hal ini
sel akar wortel dikultur, dan tiap selnya dapat tumbuh menjadi tanaman lengkap.
Teknik ini digunakan untuk membuat klon tanaman dalam perkebunan. Dari sebuah
sel yang mempunyai sifat unggul, kemudian dipacu untuk membelah dalam kultur,
sampai ribuan atau bahkan sampai jutaan sel. Tiap sel mempunyai susunan gen
yang sama, sehingga tiap sel merupakan klon dari tanaman tersebut.
Kloning DNA adalah memasukkan DNA asing ke
dalam plasmid suatu sel bakteri. DNA yang dimasukkan ini akan bereplikasi
(memperbanyak diri) dan diturunkan pada sel anak pada waktu sel tersebut
membelah. Gen asing ini tetap melakukan fungsi seperti sel asalnya, walaupun berada dalam sel bakteri. Pembentukan DNA
rekombinan ini disebut juga rekayasa genetika. Perekayasaan genetika terhadap
satu sel dapat dilakukan dengan hanya menghilangkan, menyisipkan atau
menularkan satu atau beberapa pasang basa nukleotida penyusun molekul DNA
tersebut. Untuk kloning ini diperlukan plasmid dan enzim untuk memotong DNA, serta enzim
untuk menyambungkan gen yang disisipkan itu ke plasmid.
Rekayasa genetik
dengan menggunakan plasmid bakteri E. coli dapat dilakukan
sebagai berikut.
1. Menentukan gen yang diinginkan untuk
disisipkan, misalnya gen pengkode hormone insulin dari sel-sel pankreas manusia
atau gen pengkode hormone pertumbuhan dari kelenjar pituitari. Kromosom sel-sel
pankreas dikeluarkan dengan memecah membran plasma. Membran plasma ini dipecah
dengan diberi kejutan listrik atau dengan pemberian zat kimia yaitu polietilen
glikol atau kalsium klorida (CaCl2), sehingga kromosom dapat keluar
dari sel pankreas.
2. Kromosom yang diinginkan tadi dipotong
dengan menggunakan enzim restriksi endonuklease untuk melepaskan bagian DNA
yang diinginkan, kemudian memurnikan DNA tersebut. Elektroforesis dapat juga
digunakan untuk persiapan memurnikan fragmen DNA tertentu, selain digunakan
untuk menganalisis.
3. Mengektraksi plasmid dari sel bakteri. Plasmid dipisahkan dari
sel dengan cara memecah dinding sel bakteri. Hal ini dapat dilakukan dengan
menggunakan deterjen atau dengan enzim lisozim, kemudian dilisis dengan natrium
hidroksida (NaOH) dan larutan dedosil sulfat. DNA kromosom akan menggumpal dan
dinetralisir dengan natrium asetat. DNA plasmid ini akan menggumpal membentuk
jaring-jaring dan dengan mudah mengendap. Untuk memisahkan DNA ini dilakukan
sentrifugasi.
4. Cairan yang mengandung plasmid ini
dijenuhkan dengan pengendapan etanol. DNA plasmid yang dimurnikan dengan
filtrasi gel. Plasmid yang berbentuk lingkaran itu dipotong dengan enzim
restriksi endonuklease yaitu enzim yang sama digunakan untuk memotong DNA
pankreas. Enzim ini memecah ikatan fosfodiester pada molekul DNA. Endonuklease
memecah asam nukleat pada posisi internal, sedangkan enzim eksonuklase memecah
molekul DNA dari ujung molekulnya.
5. Kemudian pemasangan
gen pengkode yang diinginkan tadi ke dalam plasmid dengan menggunakan enzim
ligase yang fungsinya menggabungkan ikatan fosfodiester antara fragmen
ujung-ujung yang terpotong tadi. Proses penyambungan tersebut disebut ligasi.
Karena enzim yang digunakan untuk memotong DNA sel pankreas dan plasmid sama
jenisnya, akan menghasilkan ujung-ujung yang lengket yang sama strukturnya,
sehingga penyambungannya akan menyatu sempurna. Suhu optimum untuk ligasi
adalah 37oC, tetapi ikatannya tidak stabil. Ligasi akan
berhasil jika dilakukan pada suhu 4o-150oC.
6. Plasmid yang telah disisipi gen pengkode yang diinginkan itu
dimasukkan ke dalam sel bakteri coli dengan cara tranformasi. Transformasi
dilakukan dengan memasukkan bakteri E. coli ke dalam larutan
CaCl2 sehingga terbentuk lubang-lubang sementara, sehingga plasmid dapat masuk
ke dalam sel bakteri. Diharapkan bakteri yang telah disisipi gen tersebut
mewarisi sifat gen baru, sehingga bakteri yang telah disisipi dengan gen
pengkode insulin dapatm memproduksi insulin.
7. Langkah selanjutnya adalah
mengembangbiakkan bakteri hasil rekayasa dalam tabung fermentasi yang berisi
medium untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri E. coli untuk
memproduksi insulin dalam jumlah yang banyak. Insulin yang terbentuk kemudian
dipisahkan dari senyawa yang lain.
Dalam melakukan teknik
kloning ini, ada beberapa prosedur yang dijelaskan secara sederhana sebagai
berikut:
1. Mempersiapkan sel stem yaitu suatu sel awal
yang akan tumbuh menjadi sel tubuh. Sel ini diambil dari manusia yang akan
dikloning.
2. Sel stem diambil inti selnya yang mengandung
informasi genetik kemudian inti selnya dipisahkan dari sel.
3. Inti sel dari sel stem diimplantasikan ke sel
telur.
4. Sel telur dipicu supaya terjadi pembelahan dan
pertumbuhan. Setelah membelah, pada hari kedua terbentuk sel embryo.
5. Sel embryo yang terus membelah ini disebut
blastosit, mulai memisahkan diri pada hari kelima dan siap diimplantasikan ke
dalam rahim.
6. Embryo tumbuh dalam rahim menjadi bayi yang
mempunyai kode genetik persis sama dengan sel stem donor.
Stem Cell
adalah sel induk yang berfungsi untuk membentuk sel baru. Ada
beberapa jenis Stem Cell, diantaranya adalah:
1. Adult Stem Cell adalah sel induk yang
sudah dewasa, artinya sudah memiliki fungsi spesifik dan hanya mampu membentuk
beberapa jenis sel yang segolongan saja (multipoten), misalnya Stem Cell
Jantung hanya dapat membentuk sel otot jantung, sel otot
polos dan endotel. Therapy menggunakan Adult Stem
Cell sudah digunakan selama puluhan tahun, namun Karena biayanya
yang sangat mahal dan prosedur yang sangat rumit,
tidak banyak pasien yang berkesempatan menjalani therapy ini.
2. Embryonic Stem Cell adalah sel
induk (sel punca) yang merupakan cikal bakal atau sel
mula-mula yang berkembang
biak membentuk seluruh organ tubuh makhluk hidup
(pluripoten). Stem Cell inilah yang terus menerus membelah diri sehingga
terbentuk janin yang kemudian lahir sebagai bayi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar