Minggu, 14 September 2014

Anatomi Akar dan Morfologi Batang

http://simlitabmas.dikti.go.id/fileUpload/pengumuman/Panduan_PKM_2014_Final_cetak.pdf

Nama : Nur Afiyah Sulaiman
NIM: H41113504
Kelas : SPT A

ANATOMI AKAR DAN MORFOLOGI BATANG
Anatomi akar.
Secara umum, jaringan yang membentuk akar tumbuhan dari bagian terluar ke dalam, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan stele (silinder pusat).
Epidermis akar. Epidermis akar merupakan lapisan luar akar. Ciri khas epidermis yaitu dapat bermodifikasi membentuk rambut-rambut akar.
Korteks akar. Pada korteks akar terdapat ruang-ruang antarsel untuk pertukaran gas. Korteks juga berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
Endodermis akar. Endodermis berperan sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.
Stele akar (silinder pusat). Stele pada akar tersusun atas perisikel (perikambium), xilem (pembuluh kayu), dan floem (pembuluh tapis).
Morfologi Batang
Batang atau caulis merupakan bagian tumbuhan yang menyokong tubuh tumbuhan.
Terdapat berbagai macam batang:
a.    Tumbuhan yang tidak berbatang (planta acaulis).
Tumbuhan tampak tidak memiliki batang karena batang amat pendek
b.    Tumbuhan yang jelas berbatang.
Yaitu tumbuhan yang jelas terlihat batangnya pada umumnya. Batang tumbuhan dapat dibedakan menjadi batang basah (herbaceous), batang berkayu (lignosus), batang rumput (calmus), dan batang mendong (calamus).
Berdasarkan sudut bentuk penampang melintangnya tumbuhan dapat dibedakan menjadi:
a.         Bulat (teres)
b.        Bersegi (angularis) baik itu segitiga (triangularis), atau segi empat (quadrangularis).
c.         Pipih
Permukaan batang dapat dibedakan menjadi :
a.         Licin (laevis), misalnya batang jagung (Zea mays L.),
b.        Berusuk (costatus), misalnya iler (Coleus scutellarioides Benth.),
c.         Beralur (sulcatus), misalnya pada Cereus peruvianus (L.) Haw.
d.        Bersayap (alatus), misalnya pada ubi (Dioscorea alata L.)
            Selain dari itu permukaan batang dapat pula :
e.         Berambut (pilosus), misalnya pada tembakau (Nicotiana tabacum L.),
f.         Berduri (spinosus), misalnya pada mawar (Rosa sp),
g.        Memperlihatkan bekas-bekas daun, misalnya pada kelapa (Cocos nucifera L.),
h.        Memperlihatkan bekas-bekas daun penumpu, misalnya nangka (Artocarpus integra Merr.).
i.          Memperlihatkan banyak lentisel, misalnya pada sengon (Albizzia stipulate Boiv.),
j.          Keadaan-keadaan lain, misalnya lepasnya kerak (bagian kulit yang mati) seperti terlihat pada jambu biji (Psidium guajava L.).
4)  Arah tumbuh batang
Berdasarkan arah tumbuhnya batang dibedakan menjadi:
a.         Tegak lurus (erectus),
b.        Menggantung (dependens, pendulus),
c.         Berbaring (humifusus),
d.        Menjalar atau merayap (repens),
e.         Serong ke atas atau condong (ascendens),
f.         Mengangguk (nutans),
g.        Memanjat (scandens),
h.        Membelit (volubilis), membelit ke kiri (Sinistrorsum volubilis) maupun membelit ke kanan (Dextrorsum volubilis).
5)  Percabangan pada batang
Cara percabangan biasanya dibedakan 3 macam, yaitu cara percabangan monopodial, percabangan simpodial, dan percabangan menggarpu atau dikotom.
Cabang-cabang dapat dibedakan seperti di bawah ini:
a.   Geragih (flagellum, stolo),
b.   Wiwilan atau tunas air (virga singularis),
c.    Sirung panjang (virga),
d.    Sirung pendek (virgula atau virgula sucrescens).
Berdasarkan pada besar kecilnya sudut ini arah tumbuh cabang dapat dibagi menjadi:
a.    Tegak (fastigiatus),
b.   Condong ke atas (patens),
c.    Mendatar (horizontalis),
d.    Terkulai (declinatus),
e.     Bergantung (pendulus).
Tumbuhan seringkali dibedakan menurut panjang atau pendek umurnya, yaitu:
1. Tumbuhan annual (annuus), tumbuhan umur pendek
2. Tumbuhan biennial (biennis), yaitu tumbuhan berumur dua tahun.
3. Tumbuhan menahun atau tumbuhan keras, yaitu tumbuhan yang umurnya bertahun-tahun.
6)  Modifikasi batang

Beberapa modifikasi batang antara lain stolon/geragih, rhizoma/rimpang, umbi batang, umbi lapis, kormus, umbi sisik, dan umbi semu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar