http://simlitabmas.dikti.go.id/fileUpload/pengumuman/Panduan_PKM_2014_Final_cetak.pdf
Nama : Nur Afiyah Sulaiman
NIM: H41113504
Kelas : SPT A
ANATOMI AKAR DAN MORFOLOGI BATANG
Anatomi akar.
Secara umum,
jaringan yang membentuk akar tumbuhan dari bagian terluar ke dalam, yaitu
epidermis, korteks, endodermis, dan stele (silinder pusat).
Epidermis akar. Epidermis akar merupakan lapisan luar
akar. Ciri khas epidermis yaitu dapat bermodifikasi membentuk rambut-rambut
akar.
Korteks akar. Pada korteks akar terdapat ruang-ruang
antarsel untuk pertukaran gas. Korteks juga berfungsi sebagai tempat menyimpan
cadangan makanan.
Endodermis akar. Endodermis berperan sebagai pengatur
jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.
Stele akar (silinder pusat). Stele pada akar tersusun atas
perisikel (perikambium), xilem (pembuluh kayu), dan floem (pembuluh tapis).
Morfologi Batang
Batang
atau caulis merupakan bagian tumbuhan yang menyokong tubuh tumbuhan.
Terdapat
berbagai macam batang:
a. Tumbuhan
yang tidak berbatang (planta acaulis).
Tumbuhan
tampak tidak memiliki batang karena batang amat pendek
b. Tumbuhan
yang jelas berbatang.
Yaitu
tumbuhan yang jelas terlihat batangnya pada umumnya. Batang tumbuhan dapat
dibedakan menjadi batang basah (herbaceous), batang berkayu (lignosus),
batang rumput (calmus), dan batang mendong (calamus).
Berdasarkan
sudut bentuk penampang melintangnya tumbuhan dapat dibedakan menjadi:
a.
Bulat (teres)
b.
Bersegi (angularis)
baik itu segitiga (triangularis), atau segi empat (quadrangularis).
c.
Pipih
Permukaan batang dapat
dibedakan menjadi :
a.
Licin (laevis),
misalnya batang jagung (Zea mays L.),
b.
Berusuk (costatus),
misalnya iler (Coleus scutellarioides Benth.),
c.
Beralur (sulcatus),
misalnya pada Cereus peruvianus (L.) Haw.
d.
Bersayap (alatus),
misalnya pada ubi (Dioscorea alata L.)
Selain dari itu permukaan batang
dapat pula :
e.
Berambut (pilosus),
misalnya pada tembakau (Nicotiana tabacum L.),
f.
Berduri (spinosus),
misalnya pada mawar (Rosa sp),
g.
Memperlihatkan
bekas-bekas daun, misalnya pada kelapa (Cocos nucifera L.),
h.
Memperlihatkan bekas-bekas
daun penumpu, misalnya nangka (Artocarpus integra Merr.).
i.
Memperlihatkan banyak
lentisel, misalnya pada sengon (Albizzia stipulate Boiv.),
j.
Keadaan-keadaan lain,
misalnya lepasnya kerak (bagian kulit yang mati) seperti terlihat pada jambu
biji (Psidium guajava L.).
4) Arah
tumbuh batang
Berdasarkan
arah tumbuhnya batang dibedakan menjadi:
a.
Tegak lurus (erectus),
b.
Menggantung (dependens,
pendulus),
c.
Berbaring (humifusus),
d.
Menjalar atau merayap
(repens),
e.
Serong ke atas atau
condong (ascendens),
f.
Mengangguk (nutans),
g.
Memanjat (scandens),
h.
Membelit (volubilis),
membelit ke kiri (Sinistrorsum volubilis) maupun membelit ke
kanan (Dextrorsum volubilis).
5) Percabangan
pada batang
Cara
percabangan biasanya dibedakan 3 macam, yaitu cara percabangan monopodial, percabangan
simpodial, dan percabangan menggarpu atau dikotom.
Cabang-cabang
dapat dibedakan seperti di bawah ini:
a. Geragih (flagellum, stolo),
b. Wiwilan atau
tunas air (virga singularis),
c. Sirung panjang (virga),
d. Sirung
pendek (virgula atau virgula sucrescens).
Berdasarkan
pada besar kecilnya sudut ini arah tumbuh cabang dapat dibagi menjadi:
a. Tegak (fastigiatus),
b. Condong
ke atas (patens),
c. Mendatar (horizontalis),
d. Terkulai (declinatus),
e. Bergantung (pendulus).
Tumbuhan
seringkali dibedakan menurut panjang atau pendek umurnya, yaitu:
1. Tumbuhan annual (annuus),
tumbuhan umur pendek
2. Tumbuhan biennial (biennis),
yaitu tumbuhan berumur dua tahun.
3. Tumbuhan menahun atau tumbuhan
keras, yaitu tumbuhan yang umurnya bertahun-tahun.
6) Modifikasi
batang
Beberapa
modifikasi batang antara lain stolon/geragih, rhizoma/rimpang, umbi batang,
umbi lapis, kormus, umbi sisik, dan umbi semu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar